Rabu, 28 Oktober 2015

DEFINISI ETIKA BISNIS & PRINSIP ETIS DALAM BERBISNIS SERTA ETIKA DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN




Di Susun Oleh    :

1. Ayu Briliana
2. Fera Hernawati
3. Lany Nurwidyastuti





Kelas : 4EA18
Mata Kuliah : Etika Bisnis
Dosen: Bani Zamzani




FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015

BAB 1

I.                  DEFINISI ETIKA BISNIS
·         Definisi etika dan bisnis

Menurut Magnis Suseno (1987), Etika adalah :
“ sebuah ilmu dan bukan ajaran, yang menurutnya adalah etika dalam pengertian kedua. Sebagai ilmu yang terutama menitikberatkan refleksi kritis dan rasional, etika dalam kedua ini mempersoalkan apakah nilai dan norma moral tertentu harus dilaksanakan dalam konkret tertentu yang dihadapi seseituas seseorang.”

Sedangkan menurut Urwick dan Hunt, Bisnis adalah :
“segala bentuk perusahaan yang membuat, mendistribusikan, ataupun menyediakan segala barang ataupun jasa yang dibutuhkan oleh anggota masyarakat lainnya serta bersedia dan mampu untuk membeli ataupun membayar.

·         Etika Bisnis

Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Dalam menciptakan etika bisnis, ada hal-hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah :
-          Pengendalian diri
-          Pengembangan tanggung jawab social perusahaan
-          Menciptakan persaingan yang sehat
-          Mempertahankanjati diri, tidak mudah terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
-          Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”.
Permasalahan yang dihadapi dalam etika bisnis pada dasarnya ada tiga jenis masalah, yaitu:
1.      Sistematik, yaitu pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai sistem ekonomi, politik, hukum, dan sistem social lainnya dimana bisnis beroperasi.
2.      Korporasi, yaitu pertanyaan-pertanyaan dalam perusahaan tertentu yang mencakup mengenai moralitascaktivitas,kebijakan, praktik, struktur organisasional perusahaan individu sebagai keseluruhan.
3.      Individu, yaitu masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan, dan karakter individual.

·         Etika moral, hukum dan agama
      Etika berasal dari bahasa Yunani/Latin berarti falsafah moral dan merupakan cara hidup yang baik dan bernar dilihat dari social, budaya dan agama. Walaupun demikian, keduanya juga memiliki kesamaan, yaitu mempunyai objek yang sama dan mengatur perilaku manusia secara normatif.

              Etika Dalam Filsafat Moral
  Etika moral dapat dirumuskan sebagai refleksi kritis dan rasional mengenai :
-          Nilai dan norma yang menyangkut bagaimana manusia harus hidup baik, sebagai manusia.
-          Masalah kehidupan manusia dengan mendasarkan diri pada nilai dan norma moral yang umum diterima.
Sehingga dalam praktik sehari-hari, dalam melakukan bisnis bagi pelaku bisnis harus mengetahui norma-norma yang berlaku dimana kegiatan tersebut dilakukan.
norma umum adalah semua aturan yang bersifat umum atau universal. Pada norma umum meliputi :
a.       Norma sopan santun
b.      Norma hukum
c.       Norma moral

·         Klasifikasi Etika
A.    Etika Deskriptif, yaitu etika dimana objek yang dinilai adalah sikap dan perilaku manusia dalam mengejar tujuan hidupnya dengan adanya nilai dan pola perilaku manusia tercermin pada situasi dan kondisi yang telah membudaya di masyarakat secara turun-temurun.
B.     Etika Normatif, yaitu sikap dan perilaku masyarakat sesuai dengan norma dan moralitas yang ideal. Adanya tuntutan yang menjadi acuan bagi masyarakat umum dalam menjalankan kehidupannya.
C.     Etika Deontologi, yaitu etika yang dilaksanakan dengan dorongan oleh kewajiban untuk berbuat baik terhadap orang lain.
D.    Etika Teologi, yaitu etika yang diukur dari adanya tujuan yang dicapai oleh para pelaku kegiatan. Aktivitas akan dinilai baik jika bertujuan baik.
E.     Etika Relatifisme, etika yang dipergunakan dimana mengandung perbedaan kepentingan antar kelompok universal atau global.

·         Konsepsi Etika
       Konsep etika bisnis tercermin pada Corporate Culture (budaya perusahaan). Menurut Kotler (1997) budaya perusahaan merupakan karakter suatu perusahaan yang mencakup pengalaman, cerita, kepercayaan, dan norma bersama yang dianut oleh jajaran perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari cara karyawan berpakaian, berbicara, melayani tamu dan pengaturan kantor.

BAB 2
II.                PRINSIP ETIS DALAM BERBISNIS SERTA ETIKA & LINGKUNGAN PERUSAHAAN
·         Prinsip Otonomi
Prinsip Otonomi, adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.

·         Prinsip Kejujuran
Terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secarabjelas bahwa bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan.

·         Prinsip Keadilan
Menuntut aga setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai criteria yang rasional objektif, serta dapat dipertanggungjawabkan.

·         Hormat Pada Diri  Sendiri
Prinsip hormat pada diri sendiri dalam etika bisnis merupakan prinsip tindakan yang dampaknya berpulang kembali kepada bisnis itu sendiri.  Jika bisnis memberikan kontribusi yang menyenangkan bagi masyarakat, tentu masyarakat akan memberikan respon yang baik. Sebaliknya jika bisnis memberikan image yang tidak baik maka masyarakatpun juga akan memberikan respon yang tidak baik terhadap bisnis tersebut.

·         Hak dan Kewajiban
Hak merupakan pengakuan yang dibuat oleh orang atau sekelompok orang terhadap orang atau kelompok orang lain.
Setiap kewajiban seseorang berkaitan dengan hak orang lain. Kewajiban sempurna artinya kewajiban didasarkan atas keadilan, selalu berkaitan dengan hak orang lain. Sedangkan kewajiban tidak sempurna, tidak terkait dengan hak orang lain tetapi bisa didasarkan atau kemurahan hati  atau niat berbuat baik.

·         Teori Etika Lingkungan
Ada beberapa teori te ntang pandangan manusia terhadap lingkungan hidup, yaitu :
1.      Antroposentrisme
-          Menempatkan manusia sebagai pusat, semuanya demi kepentingan manusia. Teori ini juga disebut Human Centered Ethics
-          Alam sebagai objek dan alat untuk pencapaian tujuan manusia
-          Alam dianggap penting jika menguntungkan manusia akan tetap dipelihara, namun jika tidak penting dan demi kepentingan manusia, alam bisa dihancurkan.

2.      Biosentrisme
-          Teori ini bertentangan dengan Antroposentrisme
-          Mendasari moralitas pada keluhuran kehidupan kepada semua mahluk hidup, tidak hanya manusia.
-          Semua kehidupan sama pentingnya, sehingga manusia harus menghargai lingkungan hidup dengan sebagik-baiknya.
-          Biosentralisme disebut juga intermediate environmental ethics.
3.      Ekosentrisme
-          Teori ini merupakan lanjutan dari Biosentrisme.
-          Pandangan ini didasari oleh pemahaman ekologis.
-          Untuk itu semua mahluk hidup dan benda-benda saling tergantung dan mempengaruhi satu dengan yang lainnya.
-          Ekosentrisme juga disebut deep environmental ethics.

·         Prinsip Etika di Lingkungan Hidup
Ada 9 prinsip etika dilingkungan hidup, yaitu sebagai berikut :
1.      Prinsip sikap hormat terhadap lingkungan alam (Respect For Nature)
2.      Prinsip tanggung jawab (Moral Responsibility For Nature)
3.      Prinsip solisaritas kosmis (Cosmic Solidarity)
4.      Prinsip kasih saying dan kepedulian terhadap alam (Caring For Nature)
5.      Prinsip tidak merugikan (No Harm)
6.      Prinsip hidup sederhana dan selaras dengan alam
7.      Prinsip keadilan
8.      Prinsip demokrasi
9.      Prinsip integrasi moral











Daftar Pustaka

Prof. Dr. Sondang P. Siagian. (1996) . Etika Bisnis. PT Pustaka Binaman Pressindo, Jakarta.
Agus Arijanto. (2012). Etika Bisnis bagi Pelaku Bisnis. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Charis Zubair Achmad. (1987). Kuliah Etika. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Budi Untung. (2012). Hokum dan Etika. CV Andi Offset, Yogyakarta.
K. Bartens. (1993). Etika. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Ditjenpp.kemenkumham.go.id/hokum-perdata/848-tanggung-jawab-sosial-perusahaan-suatu-kajian-kompherensif.html

1 komentar:

  1. FBS Indonesia Broker Terbaik – Dapatkan Banyak Kelebihan Trading Bersama FBS,bergabung sekarang juga dengan kami trading forex fbsindonesia.co.id
    -----------------
    Kelebihan Broker Forex FBS
    1. FBS MEMBERIKAN BONUS DEPOSIT HINGGA 100% SETIAP DEPOSIT ANDA
    2. SPREAD DIMULAI DARI 0 Dan
    3. DEPOSIT DAN PENARIKAN DANA MELALUI BANK LOKAL Indonesia dan banyak lagi yang lainya

    Buka akun anda di fbsindonesia.co.id
    -----------------
    Jika membutuhkan bantuan hubungi kami melalui :

    Tlp : 085364558922
    BBM : FBSID007

    BalasHapus